Selasa, 11 Juni 2013

10 Perusahaan Raksasa Dunia di 2013



Fortune 500 kembali merilis 500 perusahaan terbaik di dunia yang memiliki pendapatan besar sepanjang 2012. Sayangnya belum ada perusahaan dari Indonesia yang masuk 500 perusahaan top dunia.

Berikut ini adalah 10 perusahaan dari 500 perusahaan terbaik dunia sepanjang 2012 seperti dilansir dari cnn.com, Selasa (7/5/2013).

Wal-Mart





CEO: Michael T. Duke

Wal - Mart merebut kembali tempat pertama di Fortune 500 tahun 2012 setelah di tahun sebelumnya tergeser ke posisi ke-2.

Bisnisnya dialih-fokuskan pada upaya penyediaan harga murah untuk menarik konsumen-konsumen ekonomis ke toko-toko di Amerika Serikat.

Pada catatan keuangan tahun 2012, penjualan naik 5,9% menjadi US$ 443,9 miliar. Selain menguatkan penjualannya, Wal-Mart juga harus mempertahankan para konsumennya dengan meningkatkan 62% jaring rantai penjualan.

Di luar Amerika Serikat, Wal-Mart meneruskan investigasi atas tuduhan penyuapan pejabat di Meksiko sejumlah lebih dari US$ 24 juta untuk mempercepat perluasan dagang disana. Penyelidikan diperluas hingga ke Brazil, India dan China.



2. Exxon Mobil





CEO: Rex W. Tillerson

Di tahun 2012, Exxon mobil meraih keuntungan tahunan tertinggi kedua sepanjang sejarah Amerika, tepat di bawah rekornya sendiri di tahun 2008. Pendapatan bersih meningkat menjadi US$ 44,8 miliar, melonjak 9,3% dari tahun sebelumnya dan berbeda tipis dari rekornya tahun 2008 sebesar US$ 45,22.

Tahun depan, perusahaan berencana untuk mengurangi 1% produksi gas alami dan minyak bumi dan fokus pada investasi demi membuka lahan-lahan baru.



3. Chevron





CEO: John S. Watson

Perusahaan minyak terbesar kedua di negara AS ini melihat tahun lain lebih kuat untuk kinerja yang lebih baik dari usaha penyulingannya. Penghasilan Chevron sebesar US$ 26,2 miliar adalah hasil tertinggi kedua sepanjang sejarah perusahaan, setelah di tahun 2011 mencapai US$26,9 miliar.

Chevron kini fokus ke anak usahanya, San Ramon Calif yang menghasilkan lebih banyak minyak mentah untuk diproduksi menjadi bahan bakar seperti solar dan diesel. Investasinya direncanakan menghabiskan lebih dari 12% eksplorasi energi dan investasi tahun depan.

Investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan proyek produksi eksplorasi gas alami dan minyak bumi, seperti salah satu proyek gas alami terbesar di Australia Barat.

Juga direncanakan untuk menata ulang bisnis di Brazil, di mana awal tahun ini pihak berwenang mengizinkan perusahaan untuk meneruskan produksi penggalian sumur di pesisir Rio de Janeiro. Chevron menghentikannya setelah lebih dari 100 ribu galon minyak mentah dikirim ke Benua Atlantik.



4. Phillips 66





CEO: Greg C. Garland

Philips 66 telah menjadi merek ternama selama beberapa dekade terakhir, lahir sebagai Phillips Petroleum dan kemudian menjadi ConocoPhillips setelah merger dengan Conoco tahun 2002. (SPBU pertama bermerek 66 dibuka di Kansas sekitar 86 tahun yang lalu.) Penjualannya sebesar US$ 169,5 juta menembus posisi ke-4 Fortune 500 di tahun pertamanya terdaftar.




5. Berkshire Hathaway





CEO: Warren E. Buffett

Nilai saham Berkshire Hathaway meningkat 14,4% tahun 2012, tetapi masih lebih rendah dari Standard & Poor 500 sebesar 16% keuntungan. Di tengah pasar saham yang menembus rekor, indeks Berkshire menunjukan performa yang luar biasa selama 4 tahun terakhir.

CEO Warren Buffett menyebut 2012 sebagai tahun 'subpar', dengan mengatakan jika pasar terus menguntungkan tahun ini, indeks saham dapat memenangkan lima tahun pertamanya. Walaupun Omaha, Neb tidak menghasilkan akuisisi besar, di mulai tahun 2012 dengan yang terbesar: akuisisi perusahaan kecap!. Untuk akuisisi ini Berkshire bekerjasama dengan 3G Capital sebesar US$23 miliar untuk membelinya dari H.J. Heinz.

Selain usahanya di Amerika, Berkshire mencari kesempatan di negara lain. Ini menghabiskan US$ 344 juta terkait pembelian 26 surat kabar harian. Ke depannya, Buffett mengharapkan lebih banyak pembelian surat kabar jika harganya cocok.



6. Apple





CEO: Timothy D. Cook

Apple jauh lebih berkembang dari sebelumnya, tahun ini Apple menembus 10 besar Fortune. Tapi menjadi raja di wilayah bisnisnya bukan pekerjaan mudah. Pada konferensi press Apple Oktober 2012, Apple mengatasi kekacauan atas upgrade software-nya dan pengumuman iPad mini.

CEO Tim Cook juga meminta maaf pada September tahun lalu untuk kegagalan maps app Apple, dan pada para konsumen di China untuk pembenahan secara perlahan. Sebelumnya Cook mengatakan Januari 2013 akan menjadi penyebaran Apple terluas. Tetap saja ketika eksekutif ingin menciptakan iPod, Apple masih menjadi ikon inovasi.




7. General Motors




CEO: Daniel F. Akerson

Pembayar pajak Amerika masih jadi bagian dari General Motors. Pemerintah Amerika berani untuk menjual sisa saham 19% di GM pada 2008.

Saat ini, GM sedang fokus pada penjualan mobil ke pasar ekspor, dengan China sebagai target pasarnya. GM memiliki saham sebesar 15% di China saat ini dan mengatakan akan mengenalkan 17 model terbaru di 2013.

Walaupun pembuat mobil ini memprediksi pertumbuhan penjualan hanya di Amerika dan China tahun mendatang, hal ini tetap menguntungkan. GM merupakan salah satu dari 50 perusahaan paling menguntungkan di Fortune 500, di luar pengurangan penghasilan 32% tahun 2012 yang turun dari US$ 9,1 miliar di tahun 2011 menjadi US$ 6,2 miliar.




8. General Electric





CEO: Jeffrey R. Immelt

Perusahaan industri terbesar di Amerika ini sedang merugi akibat lemahnya usaha manufaktur di Eropa dan Amerika.

Awal tahun ini, pertumbuhan yang lesu berdampak negatif pada kekuatan perusahaan karena sektor manufaktur Eropa dan Amerika membeli lebih sedikit generator GE.

Dengan kondisi tersebut GE harus menemukan cara untuk mendapatkan keuntungan lebih dari komponen lain di bisnis ini seperti penerbangan, dan keuangan GE Capital.



9. Valero Energy




CEO: William R. Klesse

Raksasa penyulingan ini sedang meraih banyak kesempatan besar. Awal tahun ini, Valero mengumumkan rencana untuk menggenjot usaha penjualannya yang dinamakan CST Brands, sebuah gerakan yang diterima dewan direksi pada April 2013.

Valero merupakan penyulingan independen terbesar di dunia dengan 16 penyuling dan penanaman ethanol melintasi Amerika, Karibian, Inggris, dan Kanada.

Selisih keuntungan menjadi semakin ketat bagi pengusaha penyulingan, tapi semakin banyak perusahaan migas yang menyimpan kilang-kilang minyak menjadikan Valero salah satu perusahaan terbesar di kotanya.



10. Ford Motor





CEO: Alan R. Mulally

Ford terus bergerak di tengah tantangan pasar mobil meski pasar Eropa menyulitkan pergerakan tersebut. Seperti diumumkan tahun lalu Ford akan menutup tiga pabrik dan menghentikan setidaknya 6.200 pekerjaan di sana.

Tapi ada berita baik: produksi Ford belakangan ini ditetapkan sebagai penjualan mobil tertinggi di dunia. Meskipun mengalami penurunan keuntungan sebesar 72% dari 2011 ke 2012, Ford mengharapkan operasi yang lebih menguntungkan di Amerika Utara sebagai pasar terluas perusahaan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by George David Pakpahan | Bloggerized by David Pakpahan Blog - David Pakpahan Blog Theme | Best Buy Printable Coupons